Translate

Showing posts with label murai batu. Show all posts
Showing posts with label murai batu. Show all posts

3 Perbedaan 3 Jenis Murai Batu Yang Ramai Di pasaran ( Murai Batu Medan, Murai Batu Lampung, Murai Batu Borneo )

Seperti halnya saya pribadi, seorang kicau mania pemula pasti akan mengalami kesulitan untuk membedakan jenis burung Murai Medan, Murai Lampung, atau Murai Borneo (Kalimantan).

Disini akan saya share mengenai perbedaan jenis-jenis Murai Batu tersebut diatas secara garis besar, yang diambil dari buku "Penangkaran Murai Batu" yang di tulis oleh Bapak Rachmanto (Kanisius 2003), Murai Batu Medan mempunyai ciri-ciri yang khas di bandingkan dengan Murai Batu Lampung, Murai Batu Borneo,  atau jenis yang lainnya.

Berikut ciri-ciri murai-murai tersebut secara garis besar.

Murai Batu Medan
  • Postur tubuh lebih besar
  • Intonasi suara lebih jelas
  • Variasi kicauan lebih kaya
  • Warna bulu lebih hitam
  • Bulu ekor lebih panjang di bandingkan dengan jenis lainnya
  • Mempunyai bulu ekor lebih panjang dari pada badannya
  • Bulu ekor agak melengkung dan semkin ke ujung ekor melebar membelah.
  • Lebih cepat jinak
  • Memiliki intonasi suara yang jelas dan keras penuh tekanan pada saat berkicau
  • Variasi kicauan terus-menerus tanpa terputus hingga selesai dan kicauan-kicauan tersebut dapat di ulang kembali dengan kekerasan intonasi yang sama
Murai Batu Lampung
  • Intonasi suara lebih kecil dari pada murai batu medan
  • Variasi kicauannya di ulang-ulang dalam waktu yang sama
  • Variasi kicauan lebih sedikit di bandingkan dengan variasi kicauan murai batu medan
  • Ekor lebih pendek dan postur tubuh lebih kecil di bandingkan dengan murai batu medan
  • Gerakan lebih lincah dari pada murai batu medan.
Murai Batu Kalimantan 
  • Ekor lebih pendek dan ujung ekor makin melebar
  • Ukuran murai batu kalimantan sedang
  • Kurang memiliki variasi lagu suara
  • Ketika berkicau saat melihat lawannya atau melihat betina, maka murai batu kalimantan ini akan menggelembungkan bulu dadanya.
Hal di atas dapat di jadikan pedoman untuk mencari jenis murai batu medan atau murai batu yang Anda inginkan. Namun jika Anda masih bingung menentukan mana Murai Batu Medan, Murai Batu Lampung, dan Murai Batu Kalimantan, silahkan tonton video-video Murai Batu tersebut ketika sedang beraksi.
Ini dia video-video dari youtube, semoga bisa memberikan tambahan gambaran untuk Anda memilih Murai Batu yang sesuai keinginan.

Murai Batu Medan




Murai Batu Lampung




Murai Batu Borneo


Read more

1 Tips Merawat Murai Batu Bakalan Muda Hutan

murai bakalan muda hutan
 
Cara Memelihara Murai Batu Bakalan Muda Hutan ini adalah notasi yang saya ambil dari pengalaman memelihara burung murai batu bakalan, dan perbincangan dengan rekan-rekan kicau mania Bandung yang sudah lebih berpengalaman dalam hal perawatan burung kicauan.
Hal yang membedakan murai batu bakalan hutan dan hasil penangkaran/ternak adalah, murai batu bakalan biasanya memiliki keunggulan dalam variasi kicauan, namun memiliki tingkat kesulitan yang lebih diawal pemeliharaannya. Lain halnya dengan anakan murai batu hasil penangkaran, kita bisa langsung terapkan cara perawatan murai batu yang sudah banyak di ulas di blog-blog master kicau mania. Atau anda bisa lihat dalam postingan saya disini.

Oke, langsung pada pokok bahasan yaitu cara memelihara murai batu bakalan muda hutan.

1. Tempatkan bakalan murai muda hutan pada sangkar kotak terlebih dahulu, jangan langsung menggunakan sangkar murai yang berbentuk bulat besar. Sangkar kotak jangan terlalu besar pilih yang sedang saja, ini bertujuan agar murai bakalan lebih sempit ruang geraknya agar tidak loncat kesana kemari dan lebih tenang.
2. Gunakan satu tangkringan saja, beri tempat makanan dan minuman yang besar. Dan sangkar sebaiknya tertutup (bisa memakai koran) ini juga membantu burung murai bakalan lebih tenang dan cepat beradaptasi.
3. Untuk makanan, berikan vur yang dicampur dengan kroto dan ulat hongkong yang diaduk rata, anda juga bisa memberikan jangkrik yang dipotong-potong dan di campur kedalam vur juga. Tujuan pemberian ulat dan jangkrik yang dipotong-potong yaitu agar vur mudah menempel pada ulat atau jangkrik dan termakan oleh murai bakalan kita. Sehingga burung nantinya menyukai vur sebagai makanan pokoknya. Karena inti perawatan murai batu bakalan hutan adalah membuatnya mau makan vur.
4. Gantang sangkar atau tempelkan pada dinding ditempat yang tenang yang jarang orang lalu lalang. Jangan sering-sering mengganggu bakalan murai batu kita, bersihkan dan cek pakan dan air 3 hari sekali saja.
5. Jangan sekali kali memandikan murai batu bakalan hutan kita, sampai terlihat dia mandi sendiri di tempat minum.
6. Lihat kotoran burung tersebut apakah sudah makan vur atau belum, jika sudah full mau makan vur anda bisa membuka tutup sangkar.
7. Bila burung sudah full makan vur anda sudah bisa menerapkan cara perawatan murai batu secara umum. namun dalam penjemuran sebaiknya memakai kerodong dan jangan terlalu lama.
8. Jangan gantang burung diluar yang banyak orang lalu lalang tanpa kerodong atau penutup kurung sampai burung sudah mau berkicau lantang.
9. Adalah kunci semua kesuksesan, yaitu SABAR.

Demikianlah cara atau tips perawatan burung murai batu bakalan hutan semoga ada manfaatnya untuk kita, mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyampaiannya.
Terima kasih
Read more

4 Pengalaman Memelihara Burung Murai Batu Bakalan Muda Hutan


murai bakalan mati
Sekitar 5 tahun lalu saya benar-benar terpikat pada burung murai, tanpa pengetahuan yang cukup saya putuskan untuk membeli murai bakalan muda hutan di pasar Sukahaji Bandung.
Kalau tidak salah waktu itu hari senin sekitar jam 10an, bersama seorang teman yang telah lebih lama memelihara burung ocehan saya meluncur ke pasar burung Sukahaji. Setelah sampai disana, langsung menuju lapak jualan burung murai batu. Karena waktu itu saya benar-benar awan mengenai murai batu, saya pasrahkan pada teman untuk memilihkan bakalan murai batu yang bagus. Tidak berlama-lama setelah mendapatkan burung murai batu yang bagus lalu kami kembali pulang.

Sesampai di rumah burung murai batu tersebut saya masukkan kedalam sangkar yang sudah saya persiapkan sebelumnya, lalu saya memandikannya dengan cara disemprot atas saran teman saya lalu burung dijemur. Selama dalam penjemuran saya perhatikan burung murai batu saya diam saja tidak selincah waktu masih di penjual burung. Sampai disitu feeling saya sudah tidak enak, dan benar saja sore harinya saya dapati burung murai batu saya sudah tidak bernyawa lagi.

Merasa penasaran saya bertanya pada teman lain yang pernah memelihara burung murai batu bakalan. Setelah berbincang-bincang dengannya, ternyata kesalahan saya adalah memandikan burung tersebut ketika sampai di rumah. Merasa teman saya ini lebih mengerti dari teman saya sebelumnya, saya tanyakan sekalian mengenai cara perawatan murai batu bakalan padanya. Setelah dirasa mengerti keesokan harinya kembali saya menuju pasar burung Sukahaji untuk kembali membeli murai batu bakalan.

Dari pengalaman sebelumnya, kali ini saya tidak memandikan burung murai batu bakalan yang baru saya beli. Saya hanya menyimpannya dalam sangkar lalu sekeliling sangkar saya tutup menggunakan koran. Untuk makanannya saya berikan vur 511 yang untuk makanan burung dicampur dengan kroto dan ulat hongkong yang dipotong-potong diaduk hingga tercampur rata. Selanjutnya sangkar saya gantang di tempat yang tidak banyak orang lalu-lalang agar burung bisa tenang dan cepat adaptasi dengan makan vur. Sesuai saran teman saya, hanya 3 hari sekali saya mengecek pakan dan air minum burung murai batu bakalan saya. Setelah sekitar 2 minggu barulah saya membuka tutup koran dan memandikan burung murai batu bakalan saya (masih sesuai petunjuk teman saya) pada sore hari sepulang kerja. Kembali saya mendapati keanehan pada burung murai batu bakalan saya. Setelah selang setengah jam saya memandikannya, bulu-bulunya tampak tidak kering juga sampai saya gantang dekat lampu pada malam harinya tetap saja terlihat basah bulunya. Dan akhirnya seperti sebelumnya, keesokan harinya saya kembali menemukan burung murai batu bakalan saya mati.

Sampai disitu ada perasaan sedikit trauma memelihara burung murai batu bakalan. Namun kembali rasa penasaran saya muncul. Sekitar setahun yang lalu kembali saya memutuskan untuk membeli murai batu bakalan. Kali ini dengan bekal pengetahuan yang saya rasa cukup setelah menimba ilmu dari beberapa kicau mania Bandung. Saya rawat burung murai batu saya dengan hati-hati, untuk pemberian makan masih sama dengan cara sebelumnya yaitu campuaran vur 511, kroto, dan ulat hongkong. Dan untuk memandikannya saya tunggu sampai burung murai batu saya terlihat mandi sendiri di cepuk tempat air (terlihat dari penutup koran yang basah) kalau tidak salah sekitar 3 mingguan waktu itu. Setelah terlihat seperti itu, dan terlihat dari kotorannya burung murai batu saya sudah makan vur, tutup koran saya buka dan saya mulai memandikannya setiap pagi sebelum berangkat kerja dengan cara disemprot. Sekitar 5 mingguan saya dapati burung murai batu bakalan saya mulai bunyi. Setelah 1,5 bulanan murai batu saya sudah rajin bunyi, lalu mulai saya gantang di luar tapi cuma sebentar saja. Sampai suatu hari saya bermaksud mengganti sangkar burung saya menggunakan sangkar murai bulat(waktu itu pakai sangkar kotak). Burung murai batu saya gantang diluar dan saya tinggal kepasar Sukahaji untuk membeli sangkar murai batu baru. Tanpa rasa curiga setelah saya mendapatkan sangkar murai batu, langsung saya masukan murai batu saya kedalam sangkar yang baru. Barulah ada perasaan aneh ketika saya memberi makan jangkrik, murai saya terlihat cuek, sedang biasanya langsung dilahap dengan rakusnya. Dan saya lihat pada sangkar lama tidak ada bekas kotoran burung. Sampai sore murai batu saya terlihat lesu tidak bergairah, bahkan malam harinya kaki murai batu saya terlihat seperti kram tidak bisa mencengkram tangkringan. Dan........yah!. Seperti cerita sebelum-sebelumnya kembali murai batu saya mati keesokan harinya. Ternyata seharian burung saya gantang di luar dia stres karena terlalu banyak orang lalu lalang sehingga dia tidak makan dan tubuhnya lemas. Itulah kesimpulan yang saya dapatkan waktu itu.

Demikian sedikit cerita pengalaman saya dalam memelihara burung murai batu bakalan, saya harap anda bisa mengambil hikmah dari kegagalan saya. Untuk cara perawatan murai batu bakalan hutan yang baik akan saya posting secara terpisah.
Terima kasih.
Read more

0 Pemilihan Bakalan Dan Perawatan Murai Batu Dari Pakar Kicau Mania

Murai Batu Lampung

PEMILIHAN BAHAN BURUNG MURAI BATU YANG BAIK

(CIRI-CIRI BURUNG MURAI BATU YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

 
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Murai Batu
  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Murai Batu jantan dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras serta memiliki ekor yang lebih panjang daripada burung Murai batu betina.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
 

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG MURAI BATU

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Murai Batu. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Murai Batu  yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG MURAI BATU

 
Perawatan harian untuk burung Murai Batu relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
 
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Murai Batu:
  1. Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  2. Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
  3. Berikan Jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  4. Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  5. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  6. Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  7. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  8. Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  9. Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
 
PENTING
  • Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
  • Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 1x seminggu. contoh setiap hari Selasa pagi.
  • Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  • Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
 

PENANGANAN APABILA BURUNG MURAI BATU OVER BIRAHI

  • Salah satu ciri-ciri burung Murai Batu yang terlalu birahi (over birahi) antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk ornamen sangkar.
  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 pagi dan 2 sore
  • Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
  • Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
  • Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama

PENANGANAN APABILA BURUNG MURAI BATU KONDISINYA DROP

  • Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
  • Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
  • Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali
  • Mandi dibuat 2 hari sekali saja
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Murai Batu lain dahulu
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG MURAI BATU UNTUK LOMBA

 
Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
 
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Murai Batu:
  1. H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 4 ekor sore.
  2. H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  3. 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
  4. Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.
 
PENTING
  • Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Murai Batu lain.
  • Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG MURAI BATU PASCA LOMBA

 
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
 
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Murai Batu:
  1. Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
  2. Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
  3. Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.
 

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG MURAI BATU MABUNG

 
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
 
Berikut ini Pola Perawatan masa mabung
  1. Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  2. Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  3. Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  4. Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  5.  Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG MURAI BATU

 
Irama lagu yang dimiliki burung memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung berkicau. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung andalan kita janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.

Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan. Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran. Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung.
 
Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung (pemasteran burung berkicau) adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot). 


artikel dari : www.smartmastering.com 

Read more

0 Mengenal Murai Batu

Murai Batu Medan
Murai Batu / MB Copychus malabaricus merupakan keluarga Turdidae. Burung keluarga Turdidae dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi.
Selain dari suaranya yang merdu, burung ini banyak diminati para Kicau Mania karena gaya bertarungnya yang aktraktif.
Terbukti disetiap event kontes Regional di Bandung, kelas ini sangat banyak pesertanya. Hal ini pula menjadikan burung ini favorite para Kicau Mania.
Dan tentu saja melambungkan harga bakalan, terlebih MB yang sudah jadi di pasaran.

Berikut ini adalah jenis-jenis MB beserta ciri-ciri fisiknya.

Jenis-jenis murai batu yang dikenal di Indonesia :
  • MB Medan // Bukit Lawang, Bohorok, kaki Gunung Leuser wilayah Sumatra Utara // panjang ekor 27 - 30 cm.
  • MB Aceh // kaki Gunung Leuser wilayah Aceh // panjang ekor 25 - 30 cm.
  • MB Nias // Pulau Nias // panjang ekor 20 - 25 cm, keseluruhan berwarna hitam.
  • MB Jambi // Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi // panjang ekor 15 - 20 cm.
  • MB Lampung // Pulau Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 - 20 cm.
  • MB Banjar (Borneo) // Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan // panjang ekor 10 – 12 cm.
  • MB Palangka (Borneo) // panjang ekor 15 – 18 cm // Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
  • MB Java (Larwo) // hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 - 10 cm.
Jenis-jenis Murai Batu yang terdapat di negeri tetangga :
  • MB Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30 - 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai medan.
  • MB Thailand, hidup di perbatasan Thailand dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 - 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
  • MB Philippine, wilayah Luzon dan Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna tubuh yang sangat indah.
Terdapat beberapa species dari MB dan kerabatnya diantaranya adalah :
  1. Copsychus malabaricus / White Rumped Shama.
  2. Copsychus luzoniensis / White Browed Shama.
  3. Copsychus niger / White Vented Shama.
  4. Copsychus cebuensis / Black Shama.
  5. Trichixos pyrropygus / Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama.
Ciri-ciri dan penyebaran subspecies MB :

1. Copsychus malabaricus / White Rumped Shama, terdiri dari 19 sub-species:
  • Copsychus interpositus (Nepal, India, Myanmar, Yunan -China, Thailand dan Indochina)
  • Copsychus stricklandii (Sabah, Kalimantan)
  • Copsychus andamanensis (Andaman, Nicobar)
  • Copsychus albiventris (Andaman)
  • Copsychus indicus (Nepal, Indochina)
  • Copsychus pellogynus (Myanmar, Peninsular)
  • Copsychus minor (Hainan-China)
  • Copsychus mallopercnus (Malaysia)
  • Copsychus javanus (Jawa Barat dan Jawa Tengah)
  • Copsychus omissus
  • Copsychus barbouri (Maratua, Kalimantan Timur)
  • Copsychus leggei (Sri Lanka)
  • Copsychus malabaricus (India)
  • Copsychus macrourus (Con Son, Vietnam Selatan)
  • Copsychus tricolor (Malaysia, Sumatra, Natuna Island dan Anamba)
  • Copsychus melanurus (Sumatra bagian Barat, Enggano)
  • Copsychus suavis (Sarawak, Kalimantan)
  • Copsychus mirabilis (Prinsen Island)
  • Copsychus nigricauda (Kangean Island)
2. Copsychus luzoniensis / White Browed Shama, terdiri dari 4 subspecies, yaitu :
  • Copsychus luzoniensis (Luzon, Catanduanes).
  • Copsychus parvimaculatus (Polillo).
  • Copsychus shemleyi (Marinduque).
  • Copsychus superciliaris (Masbate, Negros, Panay, Ticao).
3. Copsychus niger / White Vented Shama.
  • Tersebar di Palawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).
4. Copsychus cebuensis / Black Shama.
  • Hidup di wilayah Cebu Philippines. 
5. Trichixos pyrropygus / Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama):
  • Penyebaran di Way Kambas, Thailand, Malaysia dan Borneo.

KARAKTER DASAR BURUNG MURAI BATU

  1. Mudah beradaptasi, burung ini sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
  2. Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung Murai Batu lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
  3. Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Murai batu betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
  4. Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
    Murai Batu Thailand

    Demikian sekilas mengenai Murai Batu, untuk tips pemilihan bakalan dan perawatan akan saya posting terpisah.
    Hal ini bertujuan untuk memudahkan saya juga akang semua untuk memilih artikel/informasi yang lebih dibutuhkan, karena saya yakin sebagian orang hanya membutuhkan sebagian informasi saja.

    Terima kasih Akang / Mojang, atas waktu yang luang sekedar bertandang, bila berkenan berikan kritik dan saran.



    Read more
     
    Powered by Blogger